Berangkat pagi hari dengan suasana yang macet di Ibukota, memang merupakan suasana yang sudah sering dijumpai di Jakarta. Mau kesel juga tidak bisa, semuanya kacau balau melihat suasanya semakin tidak beraturan. Belum lagi ada angkot yang berhenti sembarangan, melabrak jalur “bus way” yang sesukanya ‘menjambret’ jalur pengguna jalan seenaknya. Berharap nih angkot bisa kena getahnya, biar tau rasa.
Melihat di depannya ada polisi yang mulai siap-siap mencegat angkot yang serba blusukan, langsung tuh di dalam hati berpikir..hmm…syukurin loe, kena getahnya juga. “Tilang..tilang loe”.
Dengan penuh wibawa, sang polisipun menyetop angkot tersebut. Tanpa banyak bicara, dia langsung menghampiri angkot tersebut ntah kernet atau supirnya. #Senang doong…”
Tapi..lhooo….koog…apaan ini. Tanpa banyak bicara sang kernet langsung memberikan ‘salam tempel’ ke pak polisi tanpa bertutur kata. Sang supirpun langsung tancap gas.

Apa saya salah lihat ya, ini polisi atau mandor angkot yang berubah jadi polisi, atau mandor yang jadi polisi? Luar biasa saling “indahnya berbagi” di jalan raya. Sama-sama saling membutuhkan, sama-sama membutuhkan sokongan.
Baiklah tidak butuh penjelasan lebih jauh, apa yang bisa kita tangkap dari peristiwa ini. Kalau begini, sampai kapanpun taat peraturan lalu lintas tidak akan tercapai…seperti yang dikatakan om Jiin “mimpiiiiii….” hahaha.
Selamat ya pak polisi!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar